Menengok Basis Tentara Jepang di Pulau Lakkang yang Terselip di Kota Makassar Berikut Cuplikanya

Ramah, sopan, santun, serta bersahaja. Semacam itu ekspresi masyarakat asli Kampung Lakkang, di Kelurahan Lakkang, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

Situasi demikian terekam saat masyarakat Pulau Lakkang menyongsong tamunya yang hadir di perkampungan yang letaknya diantara Sungai Tallo serta Sungai Pampang, di kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (2/12/2018).

Baca Juga : Jadwal Kapal Pelni Umsini

Dengan geografi, Pulau Wisata Lakkang, ialah pulau yang tersembunyi di kota Makassar. Lakkang adalah daratan yang dimaksud delta, sebab hamparan daratannya dari endapan sedimentasi dalam kurun waktu yang demikian lama.

Lakkang, dengan luas 195 hektar yang berupa pulau kecil ini termasuk unik. Sebab pulau ini ada, pas di pusat kota Makassar. Bahkan juga miliki riwayat panjang, sebab pulau ini dulunya jadi basis pertahanan tentara Jepang dengan lingkupan rimba bambu.

Serta tidak perlu waktu lama untuk menelusuri pulau ini untuk memukan bunker peninggalan Jepang.

Siapa juga tentunya akan tertarik berkunjung ke Pulau Lakkang bila bertandang di kota Makassar. Sebab keasrian daya junjung lingkungannya yang masih tetap terbangun.

Termasuk juga rombongan Komisi VI DPR RI yang mengepalai bidang Daya Sumber Daya Mineral, Penelitian, serta Tehnologi, Lingkungan Hidup. Tamsil Linrung, Ketua Rombongan Komisi VII DPR RI kagum dengan pesona kekayaan alam Pulau Lakkang.

Artikel Terkait : Jadwal Kapal Pelni Sangiang

“Dalam tempat ini (Lakkang) banyak kekuatan yang dapat di proses jadi nilai tempat wisata. Termasuk juga lokasi rimba bambu, ditambah lagi hasil tambaknya seperti ikan serta udang,” kata Tamsil Linrung.

Muhtar Tompo anggota Komisi VII DPR RI asal Partai Hanura menjelaskan, Pulau Lakkang akan jadikan basis pendidikan spesifik pada pelestarian lingkungan hidup. Serta hasil sumber daya alam seperti bambu akan di proses supaya berharga ekonomis, serta meemantik datangnya wisatawan ke Pulau Lakkang.

Staf Pakar Bagian Jalinan Antar Instansi Pusat serta Daerah Kementerian Lingkungan Hidup serta Kehutanan, Winarni D Monoarfa minta pemerintah daerah, entrepreneur serta masyarakat ditempat supaya masih mengawasi kualitas lingkungan Pulau Lakkang.

“Jadi kualitas sungai juga mesti dijaga dengan baik. Ditambah lagi dengan strategis lokasi Lakkang ini bersisihan dengan lokasi industri,” jelas Winarni D Monoarfa.

Cuma Perlu Rp 10.000 ke Pulau Lakkang

Dari Bandara Sultan Hasanuddin kota Makassar, serta melewati ruas tol Jalan Tol Ir Sutami. Begitupun dari lokasi universitas Unhas, persisnya lewat dermaga Kera-kera.

Buat Anda yang ingin nikmati pesona kampung tengah kota di Pulau Lakkang. Masyarakat kota Makassar cuma merogoh kocek sejumlah Rp 10.000 untuk pergi-pulang (PP) dengan memakai sepeda motor yang dinaikkan ke atas perahu penyeberangan. Oleh masyarakat ditempat mengatakan pa’palimbang.

Lama waktu tempuh perjalanan cuma 15-20 menit ke Pulau Lakkang dengan menelusuri sungai yang panorama kiri serta kanan daerah saluran sungai (DAS) Tallo ramai dihiasi pohon Mangrove serta Nipah.

Anggota Komunitas Pemuda Kreatif Bambu Bakau Lakkang, Syahril menjelaskan untuk memajukan Lakkang menjadi tujuan wisata perlu proses panjang serta menyertakan semua pihak.

“Akan tetapi yang tidak kalah terpenting ialah, bagaimana mengawasi serta melestarikan budaya serta kekayaan alam yang dipunyai Pulau Lakkang. Termasuk juga bangun kreatifitas masyarakat lewat semangat kemandirian. Sebab kita menjadi masyarakat Pulau Lakkang tiada APBD saja kita dapat tanam bakau (Mangrove),” kata Syahril.

Simak Percikan Air Alam Bendungan Segarkan Pagi di Kampar Kiri Hulu

Di Kampar Kiri Hulu dalam beberapa waktu paling akhir banyak muncul spot wisata baru. Tidak cuma Sungai Subayang dengan deretan air terjun hijau nan memanjakan mata, sekarang ada juga Alam Bendungan menjadi tujuan pilihan untuk melepas capek dari hiruk-pikuk perkotaan.

Mulai dilirik medio tahun 2000, sekarang Alam Bendungan di Desa Sungai Paku semakin diserang pengunjung. Tidak cuma untuk nikmati indahnya ciptaan Tuhan, tetapi pun berburu spot photo seperti seperti yang dikerjakan wisatawan milenial.

Baca Juga : Jadwal Kapal Pelni Tilongkabila

“Begitu instagramable buat wisatawan yang ingin berburu spot photo,” jelas Ketua Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kabupaten Kampar, Dodi Rasyid Amin pada wartawan, akhir minggu kemarin.

Dodi menuturkan, Alam Bendungan diurus oleh grup penggemar wisata (Pokdarwis) Desa Sungai Paku. Pada tahun 2018, grup ini semakin giat mempromosikannya sebab termasuk juga dari tujuh tujuan di Kampar Kiri.

“Tujuh tujuan ini salah satunya tugu ekuator di Lipat Kain, Sungai Subayang, serta Air Terjun Batu Dinding,” kata Dodi.

Alam Bendungan adalah satu waduk yang dibuat untuk mensuplai listrik ke beberapa desa di Kampar Kiri Hulu. Dibuat seputar tahun 1980, dulunya tempat ini cuma rimba serta jarang dilirik.

Bersamaan mengembangnya waktu serta sosial media, tempat ini jadi tempat wisata yang mulai ramai didatangi. Pokdarwis mulai menyulap tempat ini dengan membangun beberapa spot photo, ajang bermain, tempat berburu kuliner lokal serta penginapan.

“Ada wahana bermain air, spot air terjun pada dinding bendungan serta tempat pemancingan pun,” ucap Dodi.

Diantara beberapa tempat itu, ada satu spot yang sangat disukai. Letaknya di dalam bendungan, dimana ada kayu besar mati tetapi masih tetap berdiri kuat seakan tidak tergerus air di sekelilingnya.

Artikel Terkait : Jadwal Kapal Pelni Ciremai

Pohon ini dipercaya berumur beberapa ratus tahun serta ada sebelum bendungan dibikin. Penduduk ditempat mengatakan kayu mahobau (mahoni). Ada panggung yang dibikin untuk wisatawan menyimpan keberadaannya disana selesai mengelilingi bendungan.

“Jika tidak sampai kesini, belumlah ke Alam Bendungan namanya,” kata Dodi.

Dodi mengatakan, keindahan Alam Bendungan semakin makin bertambah seandainya matahari keluar atau ingin terbenam. Wisatawan tetap menanti peristiwa ini untuk mengabadikannya.

Buat yang ingin nikmati pagi, umumnya wisatawan menyewa penginapan yang disiapkan pengelola. Pengunjung tidak butuh merogoh kocek dalam-dalam, tetapi dapat melihat suatu yang jarang berada di perkotaan.

“Umumnya pengunjung tidak ingin tertinggal nikmati matahari keluar di sini, begitupun matahari terbenam. Desiran air dari bendungan akan temani pagi,” kata Dodi.

Dodi menjelaskan, bertandang ke Alam Bendungan cuma keluarkan Rp 5 ribu. Nominal ini untuk masuk ke tempat, serta tentu saja mesti bayar kembali jika ingin naik perahu atau naik wahana air yang lain.

“Sewa boat Rp 15 ribu per orang. Tidak mahal, ditambah lagi banyak objek yang dapat didatangi. Juga bisa memancing lantas ikannya dibuat,” jelas Dodi.

Sebatas info, dari Kota Pekanbaru ke tempat berjarak 70 km. atau seputar satu jam 1/2 perjalanan memakai kendaraan bermotor. Perjalanan diawali dengan arah Lipat Kain lantas diteruskan ke Desa Sungai Paku seputar 6 km..

Tidak butuh membawa makanan ke tempat sebab pengunjung takkan kesusahan mencari makanan disana. Di tempat, wisatawan dapat nikmati bermacam kuliner ciri khas Kampar Kiri yang lezat.

Nikmati Hari Libur dengan Wisata Mancing di Jambi Simak Ulasanya

Wisata pemancingan makin popular jadi pilihan untuk isi berlibur akhir minggu buat keluarga di Kota Jambi.

“Tiap-tiap akhir minggu banyak keluarga yang meluangkan diri untuk memancing, pun korporasi atau instansi,” kata Diana, salah seseorang pengelola kolam pemancingan Roemah Keboen di lokasi Jambi Selatan Kota Jambi, Sabtu 15 Desember 2018.

Baca Juga : Jadwal Kapal Pelni Bukit Raya

Beberapa puluh titik tempat pemancingan di Kota Jambi banyak muncul, terutamanya di lokasi Jambi sisi selatan serta di Kumpeh Kabupaten Muarojambi.

Tidak hanya menyiapkan kolam pemancingan, beberapa pengelola pun mengemas lokasi dengan memadukannya bersama dengan restoran serta ruang rekreasi.

Kolam pemancingan Roemah Keboen di Jambi Selatan, contohnya, menggabungkan kolam-kolam pemancingan dengan restoran dan ajang bermain buat keluarga.

Lokasi asri yang mengapit lembah dengan seputar delapan kolam dan di atasnya ada saung-saung untuk tempat makan pengunjung itu ramai didatangi pelancong tiap-tiap akhir minggu.

“Telah seputar dua tahun ini kami beroperasi, konsentrasi kami membuka pada Sabtu serta Minggu,” kata Diana dikutip Pada.

Tidak hanya kolam pemancingan serta sarana rumah makan, pun ada ajang taman bermain serta outbound buat anak-anak. Diluar itu, kedatangan beberapa puluh kebun nangka “cempedak” jadi kekhasan lokasi itu.

Artikel Terkait : Jadwal Kapal Pelni Leuser

“Kebetulan cempedaknya tengah berbuah, ada juga durian serta pohon buah ‘bacan’. Buat pemancing dapat membayar berdasar pada ikan yang didapat, juga bisa booking satu kolam,” kata wanita berjilbab itu.

Pemancing akan dikenai tarif Rp35.000 sampai Rp75 ribu untuk satu kg ikan yang sukses diangkat atau dipancing bergantung type ikannya. Sedang jika dibuat dalam tempat pengelola kenakan tarif penambahan Rp35 ribu per kilogramnya.

Sedang di tempat yang lain mengaplikasikan macam harga serta skema pemancingan yang berlainan. Akan tetapi, semua masih jadikan berat ikan yang diambil pemancing menjadi basic pengenaan tarif.

Buat mereka yang tidak membawa alat pancing, dapat menyewa dari pengelola kolam pemancingan di harga yang tidaklah terlalu mahal, tersebut umpannya.

“Kami seringkali memancing di kolam pemancingan Atlantis di Kota Baru, tiap-tiap akhir minggu memang ramai pengunjung,” kata Dikdik, seseorang pengagum mancing masyarakat Jalan Siswa Kota Jambi.

Saatnya Pagi Santai Menyusuri Sungai Naik Sepur Kalen ala Warga Boyolali

Libur sudah datang. Waktunya berencana berwisata bersama dengan anak-anak serta keluarga. Salah satunya tempat wisata yang pantas didatangi ialah wisata air di Kecamatan Teras, Boyolali.

Obyek wisata di Desa Kadireso ini namanya Sepur Kalen atau dalam bahasa Indonesia berarti kereta kali/kereta sungai. Tempat ini ada seputar 5 km. mengarah selatan dari perempatan Randusari, Kecamatan Teras di jalan Solo-Semarang.

Baca Juga : Jadwal Kapal Pelni Nggapulu

Wisata ini prinsipnya seperti main kereta-keretaan tapi bukan di rel, tetapi di kalen atau sungai kecil atau yang biasa dimaksud pun denan river tubing atau susur sungai.

Seperti wahana susur sungai yang lain, fasilitas yang dipakai di tempat wisata Sepur Kalen ini pula berbentuk ban dalam mobil sisa. Pengunjung akan menumpang ban karet ini telusuri satu sungai kecil yang mengalir di Desa Nepen serta Desa Kadireso selama seputar 200 mtr..

Jarak tempuh ini termasuk pendek, tapi untuk nikmati wahana ini, tiap-tiap pengunjung dikasih peluang 2x telusur sungai dengan biaya sewa ban Rp 10.000 per buah.

Saat perjalanan, pengunjung bisa nikmati kesejukan serta kejernihan air, dan jeram-jeram kecil sekalian duduk (1/2 tidur) pada ban semasing.

Pada titik awal perjalanan, mereka dipayungi pohon-pohon rimbuh serta selanjutnya disajikan panorama sawah. Di dekat titik finis, pengunjung dapat lihat situasi perkampungan dengan kegiatan masyarakat.

Bermain di wahana Sepur Kalen ini tidak perlu cemas tenggelam sebab saluran sungai berkedalaman optimal seputar 50 cm ini tidak deras. Perjalanan sepur pun tetap dipantau petugas yang bersiaga di sejumlah titik perjalanan. Walau demikian, pengunjung butuh waspada mengawasi diri supaya tubuh tidak tergesek bebatuan disamping sungai.

Selain itu, selesai bermain air, pengunjung bisa bertukar baju basah mereka di dalam rumah masyarakat yang telah disediakan pengelola. Setelah itu, mereka langsung bisa pulang ke rumah semasing. Akan tetapi, buat yang ingin nikmati kesegaran hawa di tempat itu lebih lama, pengunjung dapat pesan sego wiwit pada pengelola di harga Rp 10.000 per bagian.

Artikel Terkait : Jadwal Kapal Pelni Tatamailau

Menu nasi bertabur ikan cethul goreng yang renyah dipadukan gudangan ini berasa nikmat dikonsumsi selesai bermain air. Kesenangan akan berasa lebih komplet dengan menu minuman es degan atau kelapa muda yang dapat dipesan di harga Rp10.000 per bagian.

Di lain sisi, wisata baru ini mulai di kembangkan seputar dua bulan kemarin. Awal mulanya, masyarakat belum pernah mengerti kekuatan alam di lokasi itu. Mereka baru mengerti sesudah ada upload iseng masyarakat ditempat, Ariawan di sosial media Whatsapp.

Waktu itu, lelaki yang lebih diketahui dengan nama Geong ini direkam temannya waktu melaju dengan ban di sungai yang berada di RT 005/RW 001 Kadireso itu.

Upload itu lalu diantar pada sebagian orang serta diberikan kembali pada orang yang lain. Menurut Geong, video itu mendapatkan tanggapan positif serta membuat orang ingin tahu ingin bertandang.

“Sungai yang sebetulnya biasa saja menurut masyarakat sini nyatanya begitu menarik buat orang yang lain di luar. Karena itu pak RT sini Pak Marjuli menggerakkan kami untuk meningkatkan tempat ini jadi wisata,” tutur Geong waktu terlibat perbincangan dengan Solopos.com di tempat.

Bersama dengan komune Sekolah Sungai Boyolali, grup penduduk ini sukses jadikan alam yang semula seakan-akan biasa saja jadi tempat wisata yang menarik.

Selain itu, praktisi Sekolah Sungai Boyolali, Agung Nugroho menjelaskan, peningkatan wisata ini adalah bentuk sinergitas dengan penduduk dalam melestarikan lingkungan sekaligus juga pemberdayaan ekonomi mereka.

Antisipasi Teror, Wisatawan Wajib Lewat Alat Deteksi di Candi Borobudur Simak Ulasanya

Kapolres Magelang AKBP Yudianti Adi Nugroho atau Yudi menjelaskan, tempat wisata Candi Borobudur jadi prioritas pengamanan saat Natal serta Tahun Baru 2019.

Yudi memberikan, seputar 41 personil disiagakan di lokasi Taman Wisata Candi Borobudur pada operasi pengamanan Natal serta Tahun Baru 2019.

Dia mengemukakan hal itu selesai titel pasukan pengamanan Natal serta Tahun Baru 2019 di Taman Lumbini kompleks taman Wisata Candi Borobudur.

Dia menjelaskan, Candi Borobudur adalah tujuan wisata penting di Kabupaten Magelang serta sangat banyak didatangi wisatawan nusantara ataupun mancanegara hingga butuh pengamanan yang lebih di banding tujuan yang lain.

“Candi Borobudur ini pula adalah tujuan nasional yang dipantau langsung oleh pusat,” tuturnya dikutip Pada.

Baca Juga : Jadwal Kapal Pelni Sirimau

Menurutnya, pengamanan di lokasi cagar budaya dunia ini akan diperlengkapi alat pendeteksi logam yang harus dilalui wisatawan waktu bertandang, termasuk juga kontrol tas bawaan oleh petugas.

Dia menjelaskan pos pengamanan spesial pun dibangun di lokasi itu untuk memudahkan petugas lakukan pengamanan serta menertibkan lalu lintas yang ramai saat libur Natal serta tahun baru.

“Kami ingin pastikan penduduk, terutamanya wisatawan terasa nyaman dan aman liburan,” tuturnya.

Dia mengatakan dalam pengamanan Natal serta Tahun Baru 2019 diturunkan sekitar 442 personil kombinasi.

Tidak hanya Candi Borobudur, titik yang lain yang jadi konsentrasi pengamanan ialah Ketep Pass Merapi, simpang Artos Mertoyudan, ruang perbatasan Magelang-Yogyakarta di Salam, perbatasan Magelang-Temanggung di Secang, serta pusat-pusat perbelanjaan.

“Personil yang ikut serta dari unsur TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan serta lembaga berkaitan yang lain. Kami membangun enam pos pengamanan, semasing diturunkan 31 personil,” tuturnya.

Artikel Terkait : Jadwal Kapal Pelni Lawit

Dia mengemukakan kekuatan kerawanan di lokasi Magelang, diantaranya berkaitan teror oleh grup spesifik, kekuatan kemacetan jalan raya, kecelakaan, serta musibah tanah longsor.

Dia menyarankan penduduk Magelang tidak lakukan konvoi saat malam Tahun Baru 2019 sebab dapat menyebabkan kecelakaan jalan raya, kemacetan, serta perseteruan sosial.

Simak Ambisi Riau Bantu Pemerintah RI Capai Target 20 Juta Turis Asing pada 2019

Tahun 2019 jadi spesial buat Indonesia terutamanya bagian pariwisata. Tahun itu adalah batas akhir sekaligus juga pertaruhan untuk penuhi tujuan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sekitar 20 juta.

Riau menjadi sisi dari Indonesia di belahan barat tentu saja tidak ingin tertinggal penuhi tujuan itu. Beberapa langkah telah disediakan, dimana Dinas Pariwisata (Dispar) Propinsi Riau optimistis tingkatkan jumlahnya wisman ke Bumi Lancang Kuning.

Baca Juga : Jadwal Kapal Pelni Pangrango

Kepala Dispar Riau Fahmizal Usman menuturkan, kekuatan Riau yang bersisihan dengan Malaysia serta Singapura jadi keuntungan sendiri. Tidak ayal, cross border tourism digunakan sebab searah dengan program wisata nasional.

“Lintas batas, sebab di Indonesia sisi barat ini hanya Riau serta Kepulauan Riau yang miliki. Contoh jalan Malaka-Dumai, Muar-Dumai, Muar-Bengkalis, Malaka-Bengkalis, Batu Pahat-Meranti, serta Malaka-Meranti,” ucap Fahmi pada wartawan, Kamis (27/12/2018) siang.

Fahmi menjelaskan, jalan lintas itu miliki kekuatan besar dalam penambahan jumlahnya turis asing. Contohnya saja, di Kota Dumai, rata-rata kursi penumpang sampai 90 ribu per tahun, begitu halnya Meranti dengan 72 ribu.

“Tahun kedepan ini dimaksimalkan supaya di isi atau dibeli wisatawan asal Malaysia ke Riau,” ucap bekas Kepala Biro Humas Pemerintah Propinsi Riau ini.

Supaya semuanya terwujud, Fahmi mengatakan butuh bangun tiga kerja sama. Pertama, kerja sama pemerintah ditempat dengan asosiasi atau praktisi wisata untuk tampilkan atraksi di jalur-jalur masuk barusan agar mengundang perhatian pengunjung di luar negeri.

Atraksi ini dikemas berbentuk acara yang mendatangkan pagelaran budaya, dari mulai silat, tarian Melayu, pertunjukan musik tradisionil, atau moderen. Hadirnya atraksi ini bisa menjadi penarik perhatian untuk lalu memberitahu terdapatnya tujuan, baik di Dumai, Meranti, Rokan Hilir, serta daerah yang lain.

Artikel Terkait : Jadwal Kereta Api KRL Bandara Soekarno Hatta

“Contohnya Cian Cui atau perang air di Meranti, serta Bakar Tongkang di Rokan Hilir. Utamanya atraksi yang dapat mengundang keramaian,” ucap Fahmi.

Untuk mendukung atraksi ini, kerja sama ke-2 ialah dari bagian industri, yakni merajut jalinan dengan vendor wisata atau layanan perjalanan dan hotel yang dikemas dengan paket wisata. Hal itu manfaatkan Visit Indonesian Travel Officer (VITO) yang berada di Malaka, Muar, serta Johor.

“Dimaksimalkan VITO ini membuat promo wisata ke Riau. Buat paket wisata dua hari tiga malam, contohnya melihat car free night di Bengkalis, juga bisa perang air di Meranti atau bakar tongkang,” ucap Fahmi.

Kerja sama ke-3, sambung Fahmi, ialah tourism hub. Dalam perihal ini, ialah Singapura serta Kuala Lumpur sebab jadi transportation hub, dimana penerbangan dari belahan dunia manakah saja masuk kesana.

Langkah tersebut kembali manfaatkan VITO bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata, lantas memberikan intens atau subsidi, baik penerbangan atau kapal laut. Contohnya, biaya ke Riau yang semulanya 40 dolar Amerika jadi 20 dolar supaya wisatawan arah Singapura atau Malaysia tertarik ke Riau.

“Tiga hubungan ini sama-sama lengkapi, ada atraksi, paket wisata, serta tourism hub,” kata Fahmi.

Untuk di Riau sendiri, semenjak tahun 2017, perubahan kunjungan wisatawan asing cukuplah moncer. Capaiannya telah diatas 120 ribu kunjungan, dimana angka ini telah melebihi RPJMD Propinsi Riau. Tahun kedepan akan ditingkatkan kembali 3x lipat.

“Kemampuan kursi kapal dari Muar ke Bengkalis serta Bengkalis dari Malaysia itu 360 ribu. Dengan tiga cara tersebut jika maksimal, dapat 3x lipat kunjungan Wisman ke Riau. Itu baru laut, belumlah hawa, karena itu dimaksimalkan dengan atraksi, paket wisata, serta tourism hub,” tegas Fahmi.

Semua itu, jika berjalan dengan baik akan memunculkan gerakan ekonomi lewat wisata. Karena, tiap-tiap wisman tentunya membawa uang serta butuh berbelanja, makan, minum, beli suvenir, serta penginapan.

“Berlangsung rotasi uang, belum juga wisatawan berbelanja ke mal, pergi tempat hiburan seperti karaoke, makan di kaki lima atau rumah makan,” ucapnya.

Oleh karenanya, akses pun jadi terpenting dalam parawisata. Masalahnya sia-sia saja jika tujuan alam bagus tetapi tidak ada jalan. Demikian perihal dengan amenitas seperti tempat penginapan di tempat wisata.

“Berikut unsur parawisata, semua mesti berjalan bersamaan. Itu ialah tujuan pada tahun kedepan,” tambah Fahmi.

Sampai kini, Riau miliki tagline wisata “Riau Menegur Dunia”. Kalimat ini telah dipatenkan untuk 30 tahun ke depan untuk promo wisata Riau.

Tidak hanya perang air serta bakar tongkang yang telah mendunia, masih tetap ada beberapa acara pariwasata yang dapat di nikmati wisatawan saat bertandang ke Riau. Oleh karenanya, Fahmi tidak bosan-bosannya mengatakan “Mari ke Riau”.

Isi Waktu Liburan, Berkemah dan Mandi di Air Terjun Irenggolo Kediri SImak Ulasanya

Beberapa remaja terlihat tampak berjalan hilir mudik mulai repot menempatkan perlengkapan tenda di tempat tempat wisata air terjun Irenggolo di Dusun Besuki Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri Jawa Timur. Mereka tampak cemas terburu-buru, sebab hujan mulai turun deras serta kabut terlihat menyodok masuk turun di perbukitan.

Beberapa pelajar yang hadir ini, biasanya berasal di luar daerah diantaranya Jombang, Nganjuk, serta lokasi Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Arah kehadiran mereka ke tempat tempat wisata air terjun Irenggolo tidak lainnya berkemah untuk isi berlibur sekolah.

Baca Juga : Jadwal Rute Keberangkatan Kapal Pelni

“Mereka yang berkemah di sini biasanya berstatus pelajar serta dari komune. Mereka menginap sangat lama cuma tiga malam,” papar Karunia Hasbulah (59) petugas keamanan tempat wisata air terjun Irenggolo, Kamis, 27 Desember 2018.

Wisata air terjun Irenggolo jadi salah satunya wisata favorite buat beberapa remaja penggemar alam untuk berkemah, menjauh sesaat dari hiruk pikuk kebisingan kota. Tempatnya yang teduh dikelilingi pohon-pohon sebab masuk dalam lokasi Perhutani membuat mereka makin kerasan terlalu lama di ruang tempat wisata.

“Jika musim berlibur seperti saat ini, pengunjung yang hadir dapat sampai 300 lebih. Umumnya mereka hadir kesini untuk berkemah. Sesaat pengunjung yang lain cuma hadir untuk berwisata nikmati pemandangan alam dan lihat air terjun saja, setelah itu mereka pulang,” tuturnya.

Tidak hanya tawarkan pesona alam rimba serta air terjun, di wisata air terjun Irenggolo pun ada ajang bermain berbentuk flying fox serta kolam renang. Agar bisa coba permainan flying fox, pengunjung cuma cukuplah menyisihkan uang Rp 10 ribu.

Walau tempat jauh dari kota serta pusat keramaian, pengunjung tak perlu kuatir atau cemas untuk mencari makanan. Di seputar ruang tempat wisata banyak didapati beberapa warung yang jual makanan ataupun minuman ciri khas yang di jual oleh penduduk ditempat.

“Jika di sini banyak warung, pengunjung tak perlu kuatir. Makanan ciri khas di sini Nasi Krawu serta Nasi Goreng Tiwul harga nya Rp 10 ribu. Jika minumannya Kopi Wilis ada juga,” katanya.

Artikel Terkait : Harga Tiket Kapal Pelni

Jika telah hadir kesini, tidak afdol rasa-rasanya buat beberapa pengunjung untuk mandi sekaligus juga mainan air dibawah air terjun. Percikan air terjun yang melaju dari atas kebawah berasa fresh ditubuh. Butiran-butiran air tentang muka berasa sejuk serta nyaman di kepala.

Di seputar tempat banyak juga ditumbuhi tanaman kopi type arabika punya petani lokal binaan Bank Indonesia kantor perwakilan Kediri.

Tidak hanya air terjun Irenggolo, di Dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri pun ada tujuan wisata yang sama berbentuk air terjun. Tempat wisata air terjun Dolo ada diatas wisata air terjun Irenggolo.

Spesial pada musim berlibur sekolah Natal serta Tahun Baru, harga retribusi ticket masuk ke tempat tempat wisata Desa Besuki alami pergantian harga. Bila di hari biasa, ticket masuk dibanderol tarif Rp 5 ribu per orang, sekarang naik jadi Rp 7 ribu.

Naiknya harga retribusi ticket masuk, tidak membawa efek dampak pada menyusutnya jumlahnya pengunjung, demikian sebaliknya jumlahnya wisatawan yang hadir justru makin bertambah terpenting pada peristiwa berlibur seperti saat ini.

Seperti didapati, akses jalan ke arah Dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri naik dikelilingi perbukitan serta rimba. Selama jalan yang dilewati, jika berkendara sebaiknya lebih waspada, terpenting pada musim penghujan karena terdapatnya kabut.

Kecamatan Mojo terdapat di ujung samping barat daya ibu kota Kabupaten Kediri, dengan luas lokasi 103,29 km persegi. Ini adalah kecamatan terluas ke-2 sesudah Kecamatan Kepung yang terbagi dalam 20 desa.

Topografi yang berbukit-bukit membuat beberapa desa terdapat di dataran tinggi yang bersebelahan serta di lokasi rimba. Batas wilayahnya samping barat Gunung Wilis.

Suara Hewan Bersahut-sahutan Menyapa Pagi Pengunjung Medan Zoo Simak Ulasanya

Situasi beberapa tempat wisata di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), dipadati penduduk pada momen berlibur tahun baru kesempatan ini. Kepadatan tampak semenjak pagi.

Seperti di Kebun Binatang Medan atau Medan Zoo yang ada di Simalingkar B. Semenjak jam 10.00 WIB, tempat parkir kendaraan roda dua ataupun roda empat telah penuh. Bahkan juga, antrean pembelian ticket untuk masuk ke Medan Zoo pun memanjang.

Baca Juga : Harga Tiket dan Jadwal KA Eksekutif

“Jika kami lihat, kunjungan di tahun baru ini lebih dari lima kali lipat keramaiannya dari hari biasa,” kata seseorang juru parkir di Medan Zoo, Eman, Selasa, 1 Januari 2019.

Kebun Binatang Medan atau Medan Zoo ditempati oleh 48 spesies serta 248 spesimen. Medan Zoo salah satunya unit usaha Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Pemerintah Kota (Pemko) Medan tidak hanya Kolam Deli, Gelanggang Remaja, serta yang lain.

Direktur PD Pembangunan, Putrama Al Khairiyah menjelaskan, pada peristiwa libur tahun baru kesempatan ini sekitar 16.800 pengunjung memadati Medan Zoo. Untuk menarik pengunjung, tahun ini sedikit yang beralih dibanding tahun kemarin.

“Untuk harga ticket serta keadaan satwa masih tetap sama dengan tahun kemarin. Masalah pengaturan lingkungan dikit ada pergantian, banyak lokasi indah untuk berfoto ria, pun bermain sama keluarga sekalian nikmati indahnya alam serta beberapa satwa,” katanya.

Artikel Terkait : Jadwal Kereta Api Jayakarta Surabaya Jakarta Kelas Premium

Kepala Masalah Kesehatan serta Konservasi Kebun Binatang Medan atau Medan Zoo, Drh Sucitrawan menyebutkan, jumlahnya pengunjung tahun ini tambah tinggi dibanding tahun kemarin. Menurut dia, berlangsung kenaikan berarti. Bahkan juga, sampai jam 17.00 WIB, arus masuk pengunjung masih tetap berlangsung.

“Jika tahun kemarin seputar 15.600. Ini hari jam 17.00 WIB telah sampai 16.800 pengunjung,” katanya.

Sucritawan menyebutkan, dengan jumlahnya pengunjung yang membludak, sedikit punya pengaruh pada satwa yang berada di Kebun Binatang Medan. Karena, semua satwa telah familiar dengan keramaian pengunjung.

“Akan tetapi, kita masih menyarankan supaya penduduk masih mengawasi. Pun tidak memberikan makan pada satwa yang ada atau mengganggunya,” katanya.

Medan Zoo adalah tempat rekreasi serta edukasi. Pada 2015, Medan Zoo dipindahkan dari Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Kampung Baru, Medan Maimun ke Simalingkar B dengan tempat seluas 30 hektare. Medan Zoo sekarang ini mengoleksi satwa dalam 3 kelas.

“Bukan sekedar lihat koleksi satwa, di Medan Zoo pun ada wahana bermain anak serta keluarga seperti flying fox, berkuda, dan lain-lain,” jelas Sucitrawan.

Salah seseorang pengunjung yang hadir bersama dengan keluarganya, Wahyudi menjelaskan, berlibur kesempatan ini dimanfaatkannya liburan bersama dengan sebab sehari-harinya ia kerja di luar kota. Yudi, sapaan akrabnya, cuma tiga hari dalam satu bulan ia libur.

“Jarang-jarang dapat kumpul bareng semacam ini. Kebetulan banyak keponakan, jadi saya bawa serta kesini,” katanya.

Tidak hanya di Medan Zoo, keramaian pun berlangsung di lokasi Cemara Asri. Di tempat ini ada kolam ikan memiliki ukuran besar yang di atasnya pohon-pohon serta banyak dihinggapi beberapa ribu burung kuntul bangau. Di kolam itu ada beberapa ribu ekor ikan beberapa type.

Dalam tempat ini pula jadi tempat pengembangbiakan burung kuntul bangau. Banyak pengunjung yang menyimpan peristiwa mereka dalam tempat itu dengan berfoto. Tidak sekedar hanya lihat burung, banyak penduduk menabur pakan ke kolam.

Lalu, di Taman Ahmad Yani serta Taman Beringin pun tidak kalah ramainya. Di tempat ini, biasanya muda-mudi berpasangan terlihat ramai. Di Taman Ahmad Yani ada wahana olah raga serta taman bermain, sedang di Taman Beringin cuma taman bermain.

Karena Gunung Agung Erupsi, Aktivitas Wisata Bali dan Lombok Masih Aman

Erupsi Gunung Agung di Bali yang berlangsung pada Kamis (10/01) jam 19.55 WITA tidak berefek pada kegiatan wisata ataupun operasional penerbangan di Pulau Bali dan pulau Lombok serta sekelilingnya.

Berdasar pada data yang di terima Team Tourism Crisis Center (TCC) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dari Pusat Vulkanologi serta Mitigasi Musibah Geologi (PVMBG), sekarang ini status Gunung Agung Level III (siaga).

Baca Juga : Jadwal Kereta Api Wijaya Kusuma Cilacap Jogja Solo

Erupsi Gunung Agung itu terekam di seismogram dengan amplitudo maximum 22 mm serta waktu kira-kira 4 menit 26 detik. Kolom abu tidak teramati karena kabut.

“Sampai sekarang ini, kegiatan penerbangan di Bali serta seputar masih normal. Tidak mengakibatkan sampai bandara mesti di tutup. Pekerjaan wisata pun masih tetap berjalan normal,” tutur Ketua Team TCC Kemenpar, Guntur Sakti di Banten, Jumat (11/01/2018).

Akan tetapi, Guntur yang Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar, minta penduduk patuhi referensi yang telah diumumkan. Contohnya, mereka yang menetap di seputar Gunung Agung, beberapa pendaki serta wisatawan supaya tidak beraktivitas di zone radius 4 km dari puncak kawah.

Diluar itu, penduduk yang menetap serta melakukan aktivitas di seputar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung pun butuh berjaga serta siaga. Tempat atau lokasi beresiko itu tempatnya jauh dari destinasi-destinasi di Bali, seperti Kuta, Sanur, Nusa Dua, Nusa Penida, Tanah Lot, Ulu Watu, dan lain-lain.

Artikel Terkait : Harga Tiket Dan Jadwal Kapal Surabaya – Banjarmasin

“Pekerjaan wisata berjalan normal akan tetapi wisatawan serta masyarakat harus tetap siaga serta menjauh dari radius batas erupsi,” tutur Guntur.

Berdasar pada Periode Penilaian Gunung Agung pada Jumat (11/1/2018) jam 06:00-12:00 WITA, Gunung tampak jelas sampai kabut 0-II.

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis serta tinggi 10 mtr. diatas puncak kawah. Kegempaan sekarang ini pun alami penurunan ada di 2 Amplitudo maximum mencapi 7 mm serta waktu kira-kira 0-40 detik.

Simak Sensasi Tamasya Pagi di Agrowisata Kampung Flory

Satu kembali pilihan wisata ada di Yogyakarta. Kampung Flory ada semenjak 2016 tawarkan tiga sensasi wisata sekaligus juga.

Memang munculnya ketiganya tidak sekaligus juga. Satu-satu, tapi sekarang bersinergi serta membuat pengunjung rasakan kelengkapan dalam berwisata.

Baca Juga : Harga Tiket Kapal Ferry Merak-Bakauheni

Tidak susah mencari tempat Kampung Flory. Bila telah ada di Kompleks Pemkab Sleman cuma melanjutkan perjalanan ke barat sampai jumpa papan panduan ke arah Kampung Flory. Jika ingin praktis, cukuplah membuka Google Maps serta dapatkan Kampung Flory sesuai dengan instruksi aplikasi itu.

Selesai namanya, Kampung Flory dikelilingi beberapa ribu tanaman. Tumbuhan, bunga, serta pohon melingkari lokasi seluas 6,5 hektare. Tanaman juga tidak hanya yang didapati di Sleman, tetapi pun Gunungkidul, contoh pohon pule.

Masuk area ini seperti masuk rimba lindung yang teratur rapi. Tiap-tiap pinggir jalan dikelilingi tumbuhan teduh serta beri kesegaran mata. Beberapa tempat pun diatur hingga menarik untuk jadikan spot berswafoto.

Saluran sungai Bedog pun meningkatkan kesan-kesan asri dengan gemericik air jernih yang mengalir. Masuk ke Kampung Flory pun sampai sekarang ini tidak dipakai cost alias gratis.

“Pengunjung cukuplah membayar tarif parkir kendaraan saja,” tutur Redy Nurhadi, pengelola Kampung Flory, waktu lalu.

Artikel Terkait : Harga Tiket dan Jadwal Kereta Api Ekonomi

Kampung Flory pun menyiapkan sarana outbound. Wisata outbound lahir sebab jumlahnya kunjungan siswa TK serta SD dalam tempat ini.

Bukan hanya permainan mengasah kepaduan serta kesetimbangan fisik, outbound di Kampung Flory pun diperlengkapi dengan edukasi tanaman.

“Jadi harapannya di obyek wisata ini dapat refreshing sekaligus juga memperoleh pengalaman yang berlainan,” katanya.

Kampung Flory pun menyiapkan tempat makan yang dapat diambil pengunjung sesuai dengan hasrat serta keperluan. Kampung Flory diketahui malah sesudah Iwak Kalen viral.

Resto yang menyiapkan bermacam makanan termasuk juga ikan air tawar itu sering jadi arah wisatawan.

Lalu banyak muncul tempat makan yang lain, seperti Kopi Keceh serta Mbali Ndeso. Harga menu yang di tawarkan beragam, bergantung type makanan serta paket yang dipesan.

“Untuk ukuran wisatawan lokal harga menu makan relatif dapat dijangkau, dari mulai Rp10.000,” kata Redy.

Kopi Keceh pun mempunyai minuman andalan yang bernama kopi keceh. Racikannya berlainan dari kopi umumnya.

Ada formasi rahasia yang disediakan pengelola saat menyediakan minuman yang satu ini.

Pengunjung dapat membayar makanan dengan terpisah atau berbentuk paket outbound. Rentang harga nya beragam, bergantung kelengkapan paket yang diambil, dari mulai Rp 45.000 per orang.

“Jumlahnya kunjungan di akhir minggu dapat sampai 1.000 sampai 2.000 orang /hari,” papar Redi.