Karena Digugat, Facebook Indonesia Boleh Mediasi dan Intervensi

Kuasa hukum penggugat Facebook Indonesia mempersilakan tergugat untuk lakukan intervensi jika ingin ajukan pembelaan pada tuntutan yang dikirimkan oleh LPPMII, dan IDCTI pada mereka.

“Siapa saja diijinkan dengan hukum untuk ada menjadi keterikatan dari beberapa pihak di tempat ini. Bisa jadi pihak tergugat, pihak penggugat, atau pihak penengah. Itu semua ada hasilnya,” jelas kuasa hukum LPPMII serta IDCTI, Jemmy Tommy.

“Itu diijinkan, semua pengacara tahu, bukan dengan hadir berikut, kami keberatan, serta hakim menyepakati keberatan kami,” sambungnya.

Baca Juga : Cara Menghapus IOS Pada Iphone, Ipad, Ipod

Mengajukan tuntutan ini berkaitan tuntutan kebocoran data account pemakai Facebook Indonesia yang dipakai oleh Cambridge Analytica. Jumlahnya data pemakai Indonesia yang bocor ke instansi riset itu lebih dari satu juta account serta tempati tempat tiga dunia.

Tidak hanya lakukan intervensi, jalan keluar lainnya dapat ditempuh lewat proses perantaraan, yang menghadapkan ke-2 pihak penggugat serta tergugat, serta tidak diwakilkan oleh siapa saja, termasuk juga kuasa hukum.

“Pak Heru serta Pak Kamilov kan telah dikuasakan pada kami, jadi dapat hadir ataukah tidak. Terkecuali untuk agenda-agenda spesifik seperti perantaraan. Ada ketentuannya, mesti principal yang hadir, tidak bisa kuasa hukum yang bicara dari sana,” Kata Jemmy, dia lanjut mengutamakan jika mereka ada pada ruang hukum Indonesia, serta mesti ikuti ketentuan yang laku.

Pada sidang ke-3 masalah kebocoran data pemakai Facebook di Indonesia siang hari ini, hakim akan memutuskan untuk tunda kembali proses persidangan sampai bulan Juli.

“Salutlah dengan majelis hakim, berani akan memutuskan ini jika yang memiliki hak ialah sesuai dengan tuntutan kita, PT Facebook Consulting Indonesia tidak di terima,” kata Jemmy kembali.

Artikel Terkait : Cara Mengecek Imei Pada Iphone

Dalam pemanggilan sidang ke-3 yang dikerjakan ini hari, pihak kuasa hukum Facebook masih hadir dengan mengangkat nama PT. Facebook Consulting Indonesia. Akan tetapi pihak penggugat memandang perusahaan itu tidak mewakili masalah yang tengah dipermasalahkan.

Masalahnya masalah penyalahgunaan data berlangsung pada 2014 di mana Facebook Indonesia waktu itu bernama PT Facebook Indonesia, bukan PT Facebook Consulting Indonesia. Perusahaan ini sendiri baru berdiri pada 2017.

Sesaat pada 2014, PT Facebook Indonesia sebagai perwakilan di Indonesia. Ketidaksamaan nama pihak yang diwakilkan oleh kuasa hukum ini, dipandang penggugat dapat jadi dalih Facebook Indonesia dalam persidangan ini nantinya.

Peradilan lalu lalu akan memutuskan memutuskan jika PT Facebook Indonesia menjadi tergugat masih mangkir dari panggilan ke-3 ini, serta pemanggilan lewat alat bikin, ataupun media-media yang lain akan dikerjakan supaya PT Facebook Indonesia hadir pada sidang kelanjutan yang diskedulkan dikerjakan pada 10 Juli 2019.

Awal mulanya, dalam dua panggilan yang dikirimkan untuk pihak Facebook, Facebook Indonesia tidak hadir di hari pertama. Lalu pada panggilan ke-2, perwakilan Facebook untuk Indonesia menampik tuntutan itu dengan dalih sama dengan yang diserahkan ini hari.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *